BALIKPAPAN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan memaparkan capaian kinerja yang berfokus pada strategi pencegahan sepanjang tahun non-tahapan 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat fondasi demokrasi dan memastikan kesiapan data serta partisipasi masyarakat tetap terjaga sebelum memasuki tahapan pemilu berikutnya.
Sesuai visi Bawaslu Kota Balikpapan yang mengedepankan langkah pencegahan, Bawaslu Kota Balikpapan terus memperkuat pola pencegahan dan pengawasan pada masa non tahapan. Oleh karena itu, instrumen pencegahan dikerahkan secara maksimal untuk meminimalisir celah pelanggaran dan sengketa sejak dini.
Identifikasi Kerawanan
Bawaslu Balikpapan telah menyusun 1 dokumen Identifikasi Kerawanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Langkah ini merupakan bentuk pencegahan paling hulu untuk mendeteksi potensi masalah kependudukan secara dini. Dengan memetakan titik rawan, Bawaslu dapat memberikan peringatan awal kepada instansi terkait agar kesalahan data tidak menumpuk dan menjadi sengketa saat tahapan pemilu dimulai.
Pencegahan Administratif melalui Naskah Dinas
Sebagai upaya preventif guna memastikan kepatuhan terhadap prosedur, Bawaslu menerbitkan 7 naskah dinas. Terdiri dari 3 surat imbauan sebagai langkah pengingat dini bagi KPU Kota Balikpapan serta 4 saran perbaikan yang berfungsi sebagai koreksi administratif cepat. Langkah ini penting agar ketidaksesuaian prosedur dalam pemutakhiran data dapat segera diperbaiki sebelum berkembang menjadi temuan pelanggaran.
Kawal Hak Pilih melalui Posko Aduan Masyarakat
Keberadaan 1 Posko Aduan Masyarakat di tahun non-tahapan berfungsi sebagai saluran preventif untuk melindungi hak pilih warga secara proaktif. Posko ini menjadi sarana deteksi dini bagi masyarakat yang belum terdata atau yang datanya tidak sesuai, sehingga akurasi data pemilih di Kota Balikpapan tetap terjaga secara berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektoral dan Sinergi Stakeholder
Sepanjang tahun 2025, Bawaslu Balikpapapan setidaknya melakukan 3 Rapat Koordinasi (Rakor) dengan KPU Balikpapan. Bawaslu Balikpapan mengedepankan dialog pencegahan bersama pemerintah kota dan instansi terkait. Koordinasi ini penting untuk membangun kesepahaman kolektif bahwa menjaga kualitas demokrasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya penyelenggara pemilu semata.
Penguatan Literasi Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif
Bawaslu Balikpapan melakukan investasi jangka panjang dalam mencegah pelanggaran melalui pendidikan politik. Hal ini diwujudkan melalui:
- 1 Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif: Membangun basis pengawas swadaya di tingkat mahasiswa.
- 19 Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif: Mengedukasi berbagai segmen masyarakat agar sadar akan potensi pelanggaran seperti politik uang dan berita bohong sejak dini. Edukasi yang masif ini bertujuan membangun daya tangkal (imunitas) masyarakat terhadap praktek-praktek kecurangan.
Sosialisasi Platform Digital (Kehumasan)
Di era digital, edukasi tetap berjalan masif melalui platform online. Bawaslu Balikpapan memproduksi 326 publikasi media sosial dan 56 publikasi melalui website resmi. Konten ini berfokus pada literasi politik, laporan kinerja, dan transparansi informasi sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Pengawasan Coktas PDPB
Sebagai bentuk pengawasan aktif di lapangan, Bawaslu melakukan 49 kegiatan pengawasan yang difokuskan pada pengawasan Pencocokan dan Penelitian (Coktas) pemutakhiran data pemilih berkelanjutan(PDPB). Langkah ini memastikan bahwa setiap perubahan status kependudukan warga Balikpapan terpantau secara konsisten, sehingga pada saat memasuki tahapan resmi, data pemilih telah bersih dan valid.
Bagi Bawaslu Kota Balikpapan, tahun 2025 bukan sekadar angka atau deretan laporan administratif. Tahun ini adalah tentang merawat kepercayaan dan menjaga suara setiap warga Kota Beriman. Kami percaya bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya tumbuh di saat bilik suara dibuka, melainkan dipupuk setiap hari melalui edukasi, keterbukaan, dan silaturahmi yang terjaga.
Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh warga, tokoh masyarakat, dan rekan-rekan media yang telah berjalan beriringan bersama kami sepanjang tahun ini. Mari terus menjaga rumah demokrasi kita agar tetap bersih, teduh, dan bermartabat.
Salam Awas!