Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Balikpapan Ajak Mahasiswa Universitas Mulia Kawal Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif

Dokumentasi Bawaslu Balikpapan Ajak Mahasiswa Universitas Mulia Kawal Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif

Dokumentasi Bawaslu Balikpapan Ajak Mahasiswa Universitas Mulia Kawal Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif

Balikpapan – Bawaslu Kota Balikpapan mengajak mahasiswa Universitas Mulia untuk mengambil peran aktif dalam mengawal demokrasi melalui Sosialisasi Pengawasan Pemilih Pemula bertema “Kedaulatan Pemuda dalam Pengawasan Partisipatif” yang digelar Senin (26/10/2026), di Universitas Mulia Balikpapan.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan Pemilu, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap hak dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam menjaga kualitas demokrasi.

Ketua Bawaslu Kota Balikpapan, Wasanti, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penguatan pengawasan partisipatif membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan antara Bawaslu dan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.

“Kerja sama melalui MoU bukanlah awal sekaligus akhir, melainkan perjalanan berkelanjutan antara Bawaslu dan Universitas Mulia dalam memperkuat pengawasan partisipatif,” ujar Wasanti.

Dalam sesi sosialisasi, narasumber Maulidia Rani, S.H., membahas kedaulatan pemuda dalam pengawasan partisipatif, mulai dari pemahaman tentang pemuda dan pemilih pemula, potensi generasi muda dalam kehidupan demokrasi, hingga pentingnya transparansi dalam penyelenggaraan Pemilu.

Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya sikap kritis, idealis, dan bertanggung jawab dalam mengawal proses demokrasi. Pemuda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk memperoleh dan menyebarkan informasi secara bijak serta turut menjaga transparansi penyelenggaraan Pemilu.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa mengangkat sejumlah persoalan demokrasi, di antaranya praktik politik uang, independensi dalam proses politik, serta bagaimana suara pemuda dapat benar-benar didengar dalam kehidupan bernegara.

Menanggapi pertanyaan mengenai politik uang, narasumber menekankan pentingnya membangun kesadaran dari diri sendiri dan lingkungan masyarakat. Sementara itu, anggota Bawaslu Kota Balikpapan, Hamrin, menambahkan bahwa Bawaslu tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi juga perlu melakukan pengawasan secara proaktif sesuai kewenangannya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Balikpapan berharap mahasiswa Universitas Mulia semakin memahami peran strategis generasi muda dalam menjaga demokrasi serta berani terlibat dalam pengawasan Pemilu secara bertanggung jawab.

Pengawasan partisipatif menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Bawaslu Kota Balikpapan terus mendorong kolaborasi dengan generasi muda agar semangat kritis, idealisme, dan kepedulian terhadap demokrasi tetap terjaga menuju Pemilu 2029 yang berintegritas.

humas