Bawaslu Kota Balikpapan Kemas Konsolidasi Demokrasi Lewat Nobar Piala Dunia 2026
|
Balikpapan – Ada suasana berbeda dalam pelaksanaan Konsolidasi Demokrasi yang digelar Bawaslu Kota Balikpapan pada hari ini. Jika biasanya konsolidasi dilakukan melalui rapat atau diskusi formal, kali ini kegiatan dikemas lebih santai melalui agenda nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss.
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran Bawaslu Kota Balikpapan bersama sejumlah mitra ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang lebih akrab, sekaligus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menjaga kualitas demokrasi di Kota Balikpapan.
Di sela-sela keseruan menyaksikan pertandingan, suasana penuh keakraban dimanfaatkan sebagai momentum untuk saling bertukar pandangan mengenai pentingnya menjaga semangat kolaborasi dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu. Bawaslu Kota Balikpapan menilai bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya dibangun melalui forum resmi, tetapi juga melalui interaksi yang mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling percaya.
Ketua Bawaslu Kota Balikpapan menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan para mitra kerja.
"Kebersamaan adalah modal penting dalam membangun pengawasan yang kuat. Melalui kegiatan yang sederhana dan santai seperti ini, komunikasi menjadi lebih cair, koordinasi semakin baik, dan semangat untuk bersama-sama menjaga demokrasi semakin tumbuh," ujarnya.
Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai sportivitas, integritas, disiplin, dan kerja sama yang ditunjukkan para pemain di lapangan merupakan nilai yang relevan dalam penyelenggaraan demokrasi. Semangat tersebut diharapkan dapat menginspirasi seluruh pihak untuk terus mendukung terciptanya pengawasan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Balikpapan berharap hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan semakin erat sehingga kolaborasi dalam mengawal demokrasi dapat terus terjaga, tidak hanya pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non-tahapan sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan budaya demokrasi.
Tomi