Bawaslu Balikpapan Dorong Kader HMI Perkuat Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif
|
BALIKPAPAN – Bawaslu Kota Balikpapan mendorong generasi muda, khususnya kader organisasi kemahasiswaan, untuk turut mengambil peran dalam memperkuat demokrasi dan pengawasan partisipatif. Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kota Balikpapan, Hamrin, S.H., M.H., saat menjadi pemateri pada kegiatan Latihan Kader II (Intermediate Training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan.
Dalam kegiatan yang mengangkat materi “Nilai-nilai Ke-Islaman bagi Perkembangan Demokrasi di Indonesia” tersebut, Hamrin mengajak para kader HMI memahami perjalanan demokrasi Indonesia sekaligus mengenali berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan demokrasi saat ini.
Menurutnya, tantangan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses pemilu, tetapi juga muncul melalui praktik politik uang, disinformasi, serta berbagai bentuk perilaku yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.
Hamrin menekankan pentingnya nilai musyawarah, keadilan, dan amanah sebagai landasan dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata, termasuk dengan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Perbaikan demokrasi Indonesia tidak lahir dari retorika, melainkan dari langkah nyata kader yang berpijak pada nilai dan berani bertindak,” ujar Hamrin.
Ia juga mengajak kader HMI untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dengan meningkatkan kepedulian terhadap proses demokrasi serta turut mencegah potensi pelanggaran pemilu di lingkungan masyarakat.
Bawaslu Kota Balikpapan terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan, masyarakat sipil, dan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif serta mewujudkan pemilu yang berintegritas.
Hamrin