Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Balikpapan Ajak Pemuda UNIBA Jadi Pengawal Demokrasi dalam Pengawasan Partisipatif

Dokumentasi Bawaslu Balikpapan Ajak Pemuda UNIBA Jadi Pengawal Demokrasi dalam Pengawasan Partisipatif

Dokumentasi Bawaslu Balikpapan Ajak Pemuda UNIBA Jadi Pengawal Demokrasi dalam Pengawasan Partisipatif

Balikpapan – Bawaslu Kota Balikpapan mengajak kalangan pemuda untuk memahami makna kedaulatan dalam demokrasi serta mengambil peran aktif dalam pengawasan partisipatif. Keterlibatan pemuda dinilai penting untuk memastikan kekuasaan yang dimiliki rakyat melalui hak pilih dapat dipergunakan secara bijak dan bertanggung jawab demi mewujudkan demokrasi yang berintegritas.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif di Universitas Balikpapan (UNIBA), dengan menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Balikpapan, Dedi Irawan dan Hamrin serta narasumber Dr. Muhammad Nadzir yang memaparkan materi bertajuk “Kedaulatan Pemuda dalam Pengawasan Partisipatif: Pemuda Berdaya, Demokrasi Berintegritas, Partisipasi Bermakna.”

Dalam penyampaiannya, Dedi Irawan menekankan bahwa kedaulatan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui pemberian suara pada Pemilu, tetapi juga melalui kesadaran dalam menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

“Kedaulatan dan kekuasaan yang dimiliki rakyat harus dipergunakan dengan baik, salah satunya melalui pilihan yang tepat dalam Pemilu. Pemuda harus memahami bahwa setiap suara memiliki nilai dan menentukan arah demokrasi ke depan. Karena itu, gunakan hak pilih secara bijak, berdasarkan pertimbangan yang rasional, serta tidak mudah terpengaruh oleh politik uang maupun tekanan pihak lain,” ungkap Dedi Irawan.

Sementara itu, dalam materi yang disampaikan, Dr. Muhammad Nadzir menjelaskan bahwa pemuda bukan sekadar objek demokrasi, melainkan subjek yang turut menentukan kualitas demokrasi. Kedaulatan pemuda tercermin melalui kemampuan berpikir mandiri, bersikap berintegritas, dan bertindak secara bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

Pengawasan partisipatif menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga demokrasi. Peran tersebut dapat dilakukan melalui edukasi politik, pemantauan proses demokrasi secara objektif, serta penyampaian informasi mengenai dugaan pelanggaran Pemilu melalui mekanisme resmi.

Pemuda juga memiliki peran strategis sebagai pengawas sosial, penjaga ruang digital, pelopor integritas, dan penghubung masyarakat. Di tengah tantangan apatisme politik, politik uang, hoaks, intimidasi, serta polarisasi, pemuda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya lingkungan demokrasi yang sehat.

Bawaslu Kota Balikpapan menegaskan bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda. Melalui pengawasan partisipatif, pemuda dapat berkontribusi dalam mencegah potensi pelanggaran, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

Dengan demikian, kedaulatan pemuda tidak berhenti pada kesadaran akan hak pilih, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga integritas demokrasi. Pemuda berdaulat, Pemilu bermartabat, demokrasi kuat.

humas