Bawaslu Balikpapan dan Paroki Santo Klemens Tandatangani MoU Penguatan Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029
|
Balikpapan – Bawaslu Kota Balikpapan memperkuat kolaborasi pengawasan partisipatif bersama Gereja Katolik Paroki Santo Klemens melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam kegiatan Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder bertema “Penguatan Sinergi Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029 yang Berintegritas di Kota Balikpapan”, Kamis (22/10/2026), di Aula Gereja Katolik Paroki Santo Klemens, Sepinggan.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penguatan kerja sama antara Bawaslu Kota Balikpapan dan Paroki Santo Klemens dalam mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya komunitas keagamaan, untuk turut mengawal penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memperluas pendidikan politik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Balikpapan, Wasanti, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, upaya membangun demokrasi yang berintegritas perlu dilakukan dengan menjangkau masyarakat secara langsung, termasuk melalui lingkungan dan komunitas keagamaan.
“Dalam pelaksanaan tugas pengawasan, Bawaslu tidak hanya melaksanakan kegiatan di hotel atau ruang pertemuan, tetapi juga turun langsung ke gereja dan menjangkau umat beragama lainnya. Harapannya, melalui kegiatan ini, sinergi antara Bawaslu dan Gereja dapat terus terjalin untuk mengawal proses demokrasi menuju Pemilu 2029,” ujar Wasanti.
Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Karena itu, sinergi yang dibangun melalui MoU diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengawasan pemilu serta mendorong kepedulian terhadap potensi pelanggaran.
Rapat koordinasi tersebut juga diisi dengan pemaparan materi pengawasan partisipatif oleh Johans Kadir Putra, S.H., M.H., dosen Universitas Balikpapan, serta sesi diskusi bersama peserta. Pembahasan mencakup pentingnya mencegah politik uang, meningkatkan kesadaran politik masyarakat, dan memperkuat peran warga dalam mengawal proses demokrasi.
Melalui penandatanganan MoU dan koordinasi bersama stakeholder ini, Bawaslu Kota Balikpapan terus mendorong penguatan kemitraan dengan berbagai unsur masyarakat. Sinergi bersama Paroki Santo Klemens diharapkan dapat mendukung perluasan pengawasan partisipatif dan pendidikan politik secara berkelanjutan demi mewujudkan Pemilu 2029 yang jujur, adil, dan berintegritas di Kota Balikpapan.
Nv