Lompat ke isi utama

Berita

Tanamkan Nilai Demokrasi, Bawaslu Balikpapan Dorong Mahasiswa Jadi Pemimpin Adaptif dan Berintegritas

Tanamkan Nilai Demokrasi, Bawaslu Balikpapan Dorong Mahasiswa Jadi Pemimpin Adaptif dan Berintegritas

Anggota Bawaslu Kota Balikpapan, Agus Sudirman memaparkan materi didepan mahasiwa Uniba

Balikpapan, 26 April 2025 — Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Balikpapan, Agus Sudirman, menekankan pentingnya demokrasi sebagai fondasi utama dalam membentuk kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan (FEB Uniba) pada Jumat (26/4/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa tersebut mengangkat tema tentang pembangunan karakter dan kapasitas kepemimpinan muda di era transformasi sosial dan digital. Dalam paparannya, Agus menjelaskan bahwa LKM bukan hanya forum untuk mengasah keterampilan teknis kepemimpinan, tetapi juga merupakan ruang ideologis tempat pembentukan karakter, sikap kritis, dan kesadaran nilai demokrasi berlangsung.

“Latihan Kepemimpinan Mahasiswa ini adalah ruang ideologis. Di sinilah tempat menempah dan membentuk kepemimpinan masa depan yang responsif terhadap persoalan bangsa,” ujar Agus di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai demokrasi agar tidak sekadar menjadi konsep, tetapi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kampus dan masyarakat.

Pentingnya peran pemuda ditunjukan dari jumlah pemilih pada Pilkada 2024 di Kota Balikpapan dimana didominasi Generasi Milenial menjadi kelompok terbesar dengan 187.207 pemilih (35,9%), disusul Generasi X sebanyak 141.100 pemilih (27%), dan Generasi Z sebanyak 130.696 pemilih (25%), yang sebagian besar merupakan pemilih pemula.

Menurut Agus, mahasiswa sebagai agent of change harus memahami bahwa kepemimpinan yang baik bukan hanya soal kemampuan mengatur, tetapi juga kesadaran untuk mendengar, berdialog, dan mengambil keputusan secara adil.

“Pemimpin yang lahir dari proses demokratis akan lebih siap menghadapi perubahan zaman, karena ia terbiasa berpikir terbuka, kritis, dan menghargai perbedaan,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Balikpapan berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari generasi pengawal demokrasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen moral dalam membangun masyarakat yang partisipatif dan berkeadaban.

Penulis dan Editor : Awatar Wisya Fatwa