Lompat ke isi utama

Berita

Menuju Satuan Kerja Mandiri, Bawaslu Balikpapan Perkuat Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Menuju Satuan Kerja Mandiri, Bawaslu Balikpapan Perkuat Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Kiri ke Kanan: Agus Suci Anjalmo (Kabag Administrasi Bawaslu Provinsi Kal-Tim); Wamustofa Hamzah (Koordiv SDMO Diklat Bawaslu Provinsi Kal-Tim); Wasanti (Ketua Bawaslu Kota Balikpapan)

Balikpapan, 30 Oktober 2025 — Bawaslu Kota Balikpapan menyelenggarakan penguatan kelembagaan satuan kerja yang berfokus pada pengelolaan Srikandi, Barang Milik Negara (BMN), pengadaan barang/jasa, dan laporan keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi sumber daya manusia dalam mengelola administrasi kelembagaan yang transparan, tertib, dan akuntabel.

Kegiatan dibuka oleh Agus Suci Anjalmo yang menekankan pentingnya penguatan sistem administrasi dan keuangan di lingkungan Bawaslu.

“Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses keuangan. Penguatan sistem digital seperti aplikasi Srikandi dan pengelolaan BMN yang tertib akan memperkuat kelembagaan agar lebih profesional dan efisien,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pendalaman materi mengenai penggunaan aplikasi Srikandi sebagai sistem tata naskah dinas elektronik, pengelolaan BMN sesuai ketentuan, serta mekanisme pengadaan dan penyusunan laporan keuangan yang tepat waktu. Selain memperkuat aspek teknis, kegiatan ini juga mendorong sinergi antarbagian agar proses administrasi dan pelaporan di Bawaslu Kota Balikpapan berjalan efektif dan terintegrasi.

Sementara itu, Wasanti menjelaskan bahwa Divisi SDM memiliki peran sentral dalam penguatan kelembagaan karena membawahi bidang keuangan, BMN, dan kearsipan.

“Divisi SDM akan terus bekerja selama lembaga ada. Karena itu, penting untuk memprioritaskan alokasi anggaran bagi Divisi SDM sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan fungsi kelembagaan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya etika dan komunikasi dalam lingkungan kerja, terutama di era digital saat ini. “Setiap pegawai perlu menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, saling menghargai antarrekan, dan memastikan seluruh inventaris BMN terdata dengan baik. Penguatan kelembagaan tidak hanya melalui sistem dan anggaran, tetapi juga budaya kerja yang beretika dan komunikatif,” tambahnya.

Dalam kesempatan lain, Wamustofa Hamzah turut memberikan pandangan mengenai dinamika mutasi staf sebagai bagian dari pengelolaan SDM yang sehat dan profesional.

“Mindset yang menganggap mutasi sebagai masalah harus diubah. Mutasi adalah bagian dari proses organisasi yang perlu dijalani dengan ikhlas. Kita perlu menempatkan kepentingan lembaga di atas kepentingan pribadi dan tetap menjaga semangat kerja di mana pun ditugaskan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan sosial dalam lingkungan kerja. “Kerja teknis bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga kemampuan bersosialisasi dan berempati terhadap rekan kerja. Sikap itu yang akan menuntun karier kita ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Melalui penguatan kelembagaan ini, Bawaslu Kota Balikpapan berharap seluruh jajaran dapat menerapkan hasil pembelajaran dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, memperkuat koordinasi, serta mewujudkan tata kelola kelembagaan yang profesional, efisien, dan berintegritas.

Penulis: Abhisty Muthia S.