Bawaslu Kota Balikpapan menggelar Diskusi Karya bertajuk “Inklusivitas dalam Pemilu: Perempuan dan Keterwakilan Politik”
|
Balikpapan, 31 Oktober 2025 —Jumat (31/10/2025) di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Balikpapan. Kegiatan ini menghadirkan Hartanto Rosojati, M.Si, penulis dan peneliti yang dikenal aktif mengkaji isu demokrasi dan partisipasi politik. Diskusi tersebut bertujuan memperkuat kapasitas jajaran Bawaslu dan meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses politik dan pemilu yang inklusif. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Balikpapan menegaskan komitmennya dalam mengawal prinsip kesetaraan dan keadilan dalam setiap tahapan pengawasan pemilu.
Hartanto Rosojati dalam paparannya menekankan bahwa keterwakilan perempuan tidak boleh dipahami sekadar sebagai pemenuhan angka kuota, tetapi harus dimaknai sebagai ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dan menentukan arah kebijakan publik.
“Keterwakilan perempuan bukan hanya persoalan jumlah kursi di parlemen, tetapi soal menghadirkan perspektif perempuan dalam pengambilan keputusan politik. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang membuka ruang bagi semua kelompok,” ujar Hartanto.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran komisioner dan staf sekretariatKota Balikpapan itu juga membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan di dunia politik. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan akses sumber daya, minimnya dukungan partai politik, serta budaya patriarki yang masih kuat di masyarakat.
Anggota Bawaslu Kota Balikpapan Agus Sudirman menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berfokus pada aspek prosedural, tetapi juga harus berpihak pada nilai-nilai kesetaraan dan inklusivitas.
“Sebagai pengawas pemilu, kami tidak hanya memastikan tahapan berjalan sesuai aturan, tetapi juga memastikan setiap warga, termasuk perempuan, memiliki kesempatan yang adil untuk berpartisipasi. Diskusi seperti ini penting untuk memperkaya perspektif kami dalam menjalankan fungsi pengawasan,” jelasnya.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Peserta menyampaikan berbagai pandangan terkait efektivitas kebijakan afirmatif 30% keterwakilan perempuan, serta strategi mendorong partisipasi perempuan di tingkat lokal.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Balikpapan berharap lahir pemahaman baru mengenai pentingnya pengawasan pemilu yang berkeadilan gender, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas internal dalam mengimplementasikan nilai-nilai inklusivitas di setiap aspek kerja pengawasan.
Penulis: Awatar Wisya F.