Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono Ajak Bawaslu Balikpapan Jadi “Pekerja Demokrasi” Sepanjang Waktu
|
Balikpapan, 13 April 2025 — Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Totok Hariyono, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bawaslu Kota Balikpapan dalam rangka memperkuat sinergi dan memberikan penguatan kelembagaan kepada jajaran pengawas pemilu di daerah.
Dalam arahannya, Totok menegaskan pentingnya peran Bawaslu untuk tetap aktif dan relevan, tidak hanya saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga di masa non-pemilu.
“Kita ini bukan hanya pekerja pemilu, tapi pekerja demokrasi,” tegas Totok di hadapan Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Balikpapan, Koordinator Sekretariat, serta seluruh staf.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak berhenti ketika proses pemilihan selesai. Bawaslu memiliki tanggung jawab berkelanjutan dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi di masyarakat. Ia mendorong agar Bawaslu di daerah lebih aktif membangun ruang partisipatif, seperti diskusi publik, podcast, atau kegiatan edukasi politik melalui media sosial.
“Podcast, diskusi publik, pelibatan komunitas, ataupun edukasi lewat media sosial bisa menjadi sarana kita untuk tetap hadir dan berkontribusi dalam membangun kesadaran demokrasi,” ujar Totok.
Totok juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Bawaslu Kota Balikpapan dalam mendekatkan lembaga kepada masyarakat, serta mendorong agar langkah-langkah tersebut terus dikembangkan guna menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Balikpapan, Wasanti, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat peran kelembagaan, baik dalam fungsi pengawasan maupun dalam membangun kesadaran politik warga negara.
“Arahan dari Bawaslu RI menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menjaga kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat, bahkan di luar tahapan pemilu,” ujar Wasanti.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum bagi Bawaslu Kota Balikpapan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meneguhkan peran sebagai garda depan demokrasi yang partisipatif dan berintegritas.
Penulis: Awatar Wisya F.