Lompat ke isi utama

Berita

Refleksi Hari Kartini: Bawaslu Balikpapan Perkuat Mitigasi Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja

 Pemaparan Nurul Mahmuda Umar, M.Psi (Psikolog PUSPAGA Balikpapan) kepada jajaran Bawaslu Kota Balikpapan via zoom.

 Pemaparan Nurul Mahmuda Umar, M.Psi (Psikolog PUSPAGA Balikpapan) kepada jajaran Bawaslu Kota Balikpapan via zoom.

BALIKPAPAN, 24 APRIL 2026 - Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bermartabat, Bawaslu Kota Balikpapan menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas dengan tema "Optimalisasi Implementasi Surat Keputusan Bawaslu RI No. 417/2024 Melalui Pendekatan Psikologis". Kegiatan yang bertepatan dengan momentum refleksi Hari Kartini ini dilaksanakan secara daring pada Jumat, 24 April 2026.

Dalam kegiatan ini, jajaran Bawaslu Kota Balikpapan fokus mendalami berbagai pola pelecehan dan kekerasan seksual yang rentan terjadi di lingkungan profesional. Menghadirkan narasumber ahli, Nurul Mahmuda Umar, M.Psi (Psikolog PUSPAGA Balikpapan), jajaran pengawas pemilu dibekali pemahaman mendalam mengenai aspek psikologis pelaku maupun korban.

Tujuan utama dari pendalaman ini adalah agar seluruh jajaran, mulai dari tingkat pimpinan hingga staf, mampu:

  • Melakukan Mitigasi Dini: Mengenali tanda-tanda awal perilaku yang mengarah pada pelecehan seksual.
  • Membangun Sistem Pencegahan: Menciptakan ruang kerja yang aman sehingga setiap personil merasa terlindungi dalam menjalankan tugasnya.
  • Menjaga Integritas Psikologis: Memastikan keharmonisan lingkungan kerja tetap terjaga demi optimalnya performa lembaga.

Bawaslu Balikpapan menegaskan bahwa pemahaman terhadap pola kekerasan seksual bukan hanya soal norma, melainkan kepatuhan terhadap aturan organisasi. Melalui moderasi dari Vionita Dwi Anggiri (Staf Bawaslu Balikpapan), ditekankan bahwa implementasi SK Bawaslu RI No 417/2024 adalah harga mati untuk mewujudkan lingkungan kerja bebas kekerasan seksual terhadap perempuan.

Dorongan Profesionalisme dan Etika

Kunjungan edukasi ini menegaskan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kinerja teknis pengawasan, tetapi juga dari perilaku etis antar sesama rekan kerja. Bawaslu Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus membekali jajarannya agar memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

"Kami tidak ingin ada celah bagi tindakan yang melanggar norma dan etika. Dengan belajar memahami pola-pola pelecehan secara psikologis, kita bisa melakukan pencegahan sejak dini. Profesionalisme dimulai dari rasa hormat terhadap sesama di dalam kantor," ungkap Agus Sudirman, AnggotaBawaslu Kota Balikpapan dalam sambutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Bawaslu Kota Balikpapan dapat menjadi institusi percontohan yang tidak hanya tegas dalam mengawasi demokrasi, tetapi juga disiplin dalam menjaga integritas moral personilnya.

Foto dan Penulis : Vionita

Editor : Humas Bawaslu Kota Balikpapan