Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Fondasi Komunikasi Publik: Bawaslu Balikpapan Fokus pada Peningkatan Kapasitas Penulisan Berita bagi Jajaran Sekretariat

Pemaparan Jurnalis  Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom, S.IP., yang memberikan materi secara interaktif via ruang virtual Zoom.

Pemaparan Jurnalis  Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom, S.IP., yang memberikan materi secara interaktif via ruang virtual Zoom.

BALIKPAPAN, 16 APRIL 2026 - Di tengah jeda tahapan pemilu yang kerap dianggap sebagai masa tenang, Bawaslu Kota Balikpapan justru memanfaatkannya sebagai momentum emas untuk memperkuat fondasi internal. Kesadaran bahwa kualitas pengawasan juga ditentukan oleh kualitas penyebaran informasi mendorong Bawaslu Balikpapan menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas "Teknik Dasar Penulisan dan Reportase Berita" bagi seluruh jajaran staf sekretariat.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Balikpapan ini menghadirkan jurnalis profesional dari Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom, S.IP., yang memberikan materi secara interaktif via ruang virtual Zoom. Meski raga terpisah jarak, antusiasme staf sekretariat dalam membedah teknik dasar jurnalistik hingga etika penulisan berita tetap terasa hangat dan hidup.

Kegiatan dibuka langsung oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), Ahmadi Azis. Hadir pula memberikan dukungan moril dan arahan, Anggota Bawaslu Balikpapan Hamrin dan Agus Sudirman.

Dalam arahannya, Ahmadi Azis menekankan bahwa Humas adalah wajah lembaga. Oleh karena itu, kemampuan menulis bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan kompetensi wajib untuk mendokumentasikan kerja-kerja pengawasan kepada publik.

"Tiada tahapan pemilu bukan berarti kita berhenti bergerak. Justru inilah waktu terbaik bagi kita untuk 'recharging' atau mengisi ulang kapasitas diri. Kami ingin setiap staf sekretariat mampu menjadi 'kontributor' berita yang handal, sehingga setiap aktivitas lembaga dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang menarik namun tetap mematuhi kaidah jurnalistik," ujar Ahmadi Azis dalam sambutannya.

Selama sesi berlangsung, Farid Mukarrom mengajak para peserta menyelami dapur redaksi. Mulai dari cara menemukan sudut pandang (angle) berita yang menarik, teknik penulisan yang efektif, hingga pentingnya etika jurnalistik untuk menjaga kredibilitas informasi. Staf Bawaslu diajak memahami bahwa sebuah berita yang baik harus mampu menggabungkan akurasi data dengan narasi yang humanis.

Farid Mukarrom dalam pemaparannya mengapresiasi langkah Bawaslu Balikpapan yang tetap produktif di masa non-tahapan.

"Menulis adalah soal pembiasaan. Tantangan terbesar bagi rekan-rekan di lembaga publik adalah bagaimana mengubah bahasa birokrasi yang kaku menjadi informasi yang renyah dan mudah dicerna oleh warga net maupun pembaca umum. Saya mengapresiasi Bawaslu Balikpapan sudah mengambil langkah start terlebih dulu untuk melakukan pelatihan jurnalistik" ungkap Farid Mukarrom.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada teori di ruang kelas. Output nyata yang diinginkan adalah meningkatnya produktivitas laporan dan berita di kanal media sosial maupun laman resmi Bawaslu Balikpapan.

Dengan staf yang makin piawai menulis dan meliput, Bawaslu Balikpapan berkomitmen untuk terus menghadirkan transparansi dan edukasi demokrasi kepada masyarakat, bahkan jauh sebelum genderang pemilu berikutnya ditabuh.

Foto dan Penulis : Awatar Wisya Fatwa

Editor : Humas Bawaslu Kota Balikpapan