Menjaga Marwah Demokrasi : Bawaslu Balikpapan Perkuat Fondasi Moral Pengawas Pemilu
|
BALIKPAPAN. 16 Januari 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan kembali menggelar agenda Peningkatan Kapasitas bagi jajarannya. Edisi terbaru yang dilaksanakan pada Senin (16/2) ini mengangkat tema krusial: "Pentingnya Etika dan Moral dalam Membangun Kehidupan Demokratis".
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini bertujuan untuk memperkuat landasan filosofis dan praktis para pengawas pemilu dalam menjalankan tugasnya. Mengingat etika bukan sekadar aturan tertulis, melainkan fondasi dalam berperilaku dan bernegara.
Etika Sebagai Dasar Bernegara
Hadir sebagai narasumber utama, Herdiansyah Hamzah, akademisi sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada regulasi hukum yang kaku, tetapi juga pada integritas moral para pelakunya.
"Etika adalah kompas dalam berdemokrasi. Tanpa moralitas yang kuat, proses demokrasi hanya akan menjadi prosedur formalitas tanpa jiwa," ungkapnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini dipandu oleh Surya Admaja, Staf Bawaslu Kota Balikpapan, yang bertindak sebagai moderator. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi bagaimana etika menjadi benteng utama dalam menjaga netralitas. Hubungan langsung antara perilaku bermoral penyelenggara dengan kepercayaan publik dan cara menghadapi dilema etis saat melakukan pengawasan di lapangan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan standar profesionalisme seluruh staf dan anggota Bawaslu Balikpapan, sehingga mampu mengawal proses demokrasi di Kota Beriman dengan lebih bermartabat dan transparan.
Editor : Humas Bawaslu Kota Balikpapan