Lompat ke isi utama

Berita

Jemput Bola Pengawasan Pemutakhiran Data, Bawaslu Balikpapan Konsolidasi ke DPC Partai Gelora

Anggota Bawaslu Balikpapan beramah tamah dan berdiskusi dengan pengurus DPD Gelora Balikpapan

Anggota Bawaslu Balikpapan beramah tamah dan berdiskusi dengan pengurus DPD Gelora Balikpapan

BALIKPAPAN, 27 APRIL 2026 - Bawaslu Kota Balikpapan terus bergerak melakukan penguatan demokrasi dan pengawasan pemutakhiran data berkelanjutan. Kali ini, jajaran Bawaslu menyambangi Sekretariat DPC Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Balikpapan di Jalan Kutilang, Balikpapan Selatan, Rabu (29/04) pagi, untuk menyelaraskan persepsi demi Pemilu yang berintegritas.

Kedatangan tim Bawaslu disambut langsung oleh Ketua DPC Partai Gelora Balikpapan, H. Syukri Wahid, didampingi Sekretaris Arzaedi Rachman, Bendahara Sandy Ardian, serta jajaran pengurus lainnya.

Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah pengawasan terhadap validitas data internal partai politik. Bawaslu mengimbau agar setiap perubahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan segera dimutakhirkan guna mempermudah proses verifikasi pada tahapan pemilu mendatang.

Anggota Bawaslu Kota Balikpapan menegaskan bahwa kerapian administrasi parpol adalah fondasi utama dalam meminimalisir sengketa.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap dinamika internal partai, seperti perubahan kepengurusan, sudah terdata dengan benar sejak dini. Transparansi data parpol bukan hanya soal administratif, tapi merupakan langkah awal untuk menciptakan kontestasi yang jujur. Kami berharap kolaborasi ini membuat parpol lebih siap dan tertib saat memasuki tahapan krusial nantinya," ujar perwakilan Bawaslu Kota Balikpapan.

Merespons imbauan tersebut, Ketua DPC Partai Gelora Balikpapan, H. Syukri Wahid, menjelaskan bahwa saat ini partainya tengah merapikan basis data keanggotaan. Ia juga memaparkan bahwa keterwakilan perempuan di internal Gelora Balikpapan telah mencapai angka signifikan, yakni 42 persen.

Dalam diskusi hangat tersebut, Syukri juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem politik, terutama dalam memberantas praktik politik uang yang dinilai masih menjadi tantangan besar sejak Pemilu 2014.

"Bagi kami di Partai Gelora, aspek pencegahan harus jauh lebih kuat daripada penindakan. Kami mendorong Bawaslu untuk masif melakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT, karena di sanalah titik kerawanan politik uang sering terjadi. Kami ingin melahirkan anggota legislatif yang kompeten melalui sistem yang sehat, dan itu dimulai dari pendidikan politik yang jujur kepada masyarakat," tegas H. Syukri Wahid.

Bawaslu menyambut baik masukan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk dilibatkan dalam agenda pendidikan politik parpol. Sebagai bentuk simbolis sinergi, Bawaslu menyerahkan buku pengawasan dengan konsep “Satu Data dalam Satu Buku” yang merangkum berbagai fenomena dan evaluasi dari Pemilu serta Pilkada 2024.

Penyerahan buku ini juga menjadi bagian dari upaya penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang akan digunakan sebagai bahan masukan bagi perumusan regulasi kepemiluan di masa depan. Melalui konsolidasi ini, diharapkan terbangun pemahaman yang solid antara penyelenggara dan peserta pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi di Kota Balikpapan.

Penulis dan Foto : Tia

Editor : Humas Bawaslu Kota Balikpapan