Lompat ke isi utama

Berita

Jaga Integritas Bangsa, Bawaslu Balikpapan: Menjadi Pengawas Pemilu Adalah Jalan Kemuliaan

Ngabuburit Pengawasan "Menggapai Derajat Kemuliaan Menjadi Pengawas Pemilu".

Ngabuburit Pengawasan "Menggapai Derajat Kemuliaan Menjadi Pengawas Pemilu".

BALIKPAPAN, 20 Januari 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan menggelar kegiatan bertajuk "Ngabuburit Pengawasan" edisi pertama dengan tema inspiratif "Menggapai Derajat Kemuliaan Menjadi Pengawas Pemilu". Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (20/2) ini menekankan bahwa tugas pengawasan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan sebuah amanah mulia demi kemaslahatan umat dan negara.

Hadir sebagai narasumber, Masykurudin Hafidz, MA. (Cak Masykur), Direktur Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD), membedah kedalaman makna di balik kerja-kerja pengawasan. Dalam paparannya, beliau menyadur pesan mendalam dari Al-Qur'an Surah Ali 'Imran Ayat 104 sebagai landasan spiritual pengawas pemilu:

Beliau menjelaskan bahwa para pengawas pemilu adalah representasi dari "segolongan orang" tersebut. Dengan memastikan pemilu berjalan jujur dan adil, pengawas sedang menjalankan perintah untuk menegakkan yang makruf (kebenaran) dan mencegah yang mungkar (kecurangan). Inilah yang menjadi jalan bagi seorang pengawas untuk menggapai derajat kemuliaan.

Kegiatan yang dipandu oleh moderator M. Afrizal Arsyad, S.Kom. ini mengajak seluruh jajaran pengawas dan masyarakat umum untuk melihat proses demokrasi dari kacamata yang lebih tinggi. Bahwa setiap lelah dalam mengawasi setiap tahapan pemilu adalah bentuk dedikasi yang bernilai ibadah.

Melalui momentum "Ngabuburit Pengawasan" ini, Bawaslu Balikpapan berharap semangat moralitas dan spiritualitas dapat menjadi bahan bakar bagi pengawas untuk tetap teguh, berani, dan berintegritas dalam menjaga suara rakyat.

Editor : Humas Bawaslu Kota Balikpapan