Lompat ke isi utama

Berita

Jadikan Ramadan Momentum Jaga Demokrasi, Bawaslu Balikpapan Ajak Masyarakat Budayakan Tabayyun Lawan Hoaks dan Disinformasi.

Ngabuburit Pengawasan Edisi II dengan tema "Mengilhami Makna Tabayyun di Bulan Suci Ramadhan

Ngabuburit Pengawasan Edisi II dengan tema "Mengilhami Makna Tabayyun di Bulan Suci Ramadhan

BALIKPAPAN, 27 Februari 2026 - Bawaslu Kota Balikpapan kembali menggelar agenda rutin di bulan suci Ramadan bertajuk Ngabuburit Pengawasan Edisi II pada Jumat (27/02/2026). Mengangkat tema "Mengilhami Makna Tabayyun di Bulan Suci Ramadhan", kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya verifikasi informasi dalam menjaga kondusivitas pengawasan pemilu.

Hadirkan Perspektif Media dan Akademisi

Dalam edisi kali ini, Bawaslu Balikpapan menghadirkan sosok ahli di bidang media dan hukum, yakni Agus Susanto, S.Hut., SH., MH., yang merupakan CEO Media Kaltim sebagai narasumber utama. Kehadiran praktisi media ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana prinsip tabayyun (konfirmasi/klarifikasi) menjadi benteng utama dalam menangkal hoaks dan disinformasi selama tahapan pemilu berlangsung.

Diskusi ini dipandu oleh Awatar Wisya Fatwa, S.IP., yang merupakan staf Bawaslu Kota Balikpapan, bertindak sebagai moderator untuk menjembatani dialog antara narasumber dan peserta.

Agus Susanto dalam pemaparannya menyampaikan bahwa di bulan Ramadan, pengendalian diri tidak hanya berlaku bagi nafsu fisik, tetapi juga perilaku jempol di media sosial. Menurutnya, memverifikasi berita adalah wujud nyata dari kejujuran intelektual yang sangat dibutuhkan untuk mengawal iklim demokrasi yang kondusif di Kota Balikpapan.

Bawaslu Kota Balikpapan memandang bahwa ancaman hoaks sering kali memanfaatkan celah emosional dan kurangnya ketelitian penerima informasi. Melalui tema ini, Bawaslu berharap masyarakat mampu membedakan antara fakta dan opini yang menyesatkan. Kesadaran untuk tidak menjadi "kurir hoaks" adalah sumbangsih besar warga dalam menjaga stabilitas keamanan dan politik.

Dengan konsistensi menjalankan program edukatif seperti ini, Bawaslu Kota Balikpapan menunjukkan bahwa fungsi pengawasan tidak selalu bersifat kaku, melainkan bisa menyentuh sisi spiritual dan etika berkomunikasi. Harapannya, semangat tabayyun yang dipupuk di bulan Ramadan ini dapat terus terjaga sebagai standar perilaku dalam kehidupan berdemokrasi sehari-hari.

Editor : Humas Bawaslu Kota Balikpapan