Daini Rahmat: Integritas Pemilu Tegak Jika Pengawas Berani Terapkan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar
|
BALIKPAPAN, 13 MARET 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan terus melakukan terobosan dalam memperkuat mentalitas dan integritas jajaran pengawasnya. Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan, Bawaslu Kota Balikpapan menggelar diskusi daring bertajuk "Ngabuburit Pengawasan Edisi IV" pada Jumat (13/03/2026).
Diskusi kali ini mengangkat tema yang cukup mendalam, yakni "Manifestasi Nilai Amar Ma'ruf Nahi Mungkar dalam Integritas Penegakan Hukum Pemilu". Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai moralitas agama ke dalam bingkai pengawasan demokrasi demi menjaga kesucian proses pemilu di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber utama, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur, Daini Rahmat menekankan bahwa integritas pemilu bukan sekadar soal aturan tertulis di atas kertas, melainkan soal keberanian moral para pengawas di lapangan. Menurutnya, konsep Islam Amar Ma'ruf Nahi Mungkar sangat relevan jika ditarik ke dalam konteks pengawasan pemilu.
"Integritas Pemilu akan tegak berdiri jika setiap pengawas memiliki keberanian untuk menerapkan prinsip mengajak pada kebaikan dan mencegah kemunkaran dalam setiap tahapan pengawasan," ujar Daini dalam paparannya.
Implementasi Strategis: Edukasi dan Penindakan
Dalam sesi pemaparannya, Daini merinci bagaimana nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Bawaslu:
- Amar Ma'ruf (Mengajak kepada Kebaikan): Nilai ini diimplementasikan melalui strategi pencegahan. Bawaslu aktif melakukan edukasi politik yang sehat kepada pemilih, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif, serta mendorong peserta pemilu untuk berkampanye secara jujur dan beradab.
- Nahi Mungkar (Mencegah Kemunkaran): Sisi ini diterjemahkan ke dalam tindakan tegas dan penegakan hukum. Hal ini mencakup keberanian pengawas dalam melawan segala bentuk kecurangan, mulai dari politik uang (money politics), manipulasi data, hingga penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat merusak tatanan demokrasi.
Menjaga Kesucian Proses Demokrasi
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran staf Bawaslu Kota Balikpapan secara virtual ini menegaskan bahwa moralitas agama dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pengawas pemilu. Dengan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai "nafas" pengawasan, diharapkan proses demokrasi tidak hanya menghasilkan pemenang secara legalitas, tetapi juga memiliki legitimasi moral yang tinggi di mata masyarakat.
Melalui program "Ngabuburit Pengawasan" ini, Bawaslu berharap para pengawas tetap tajam dalam melakukan pengawasan meski di tengah ibadah puasa, sekaligus memperkuat komitmen menjaga hak pilih rakyat dengan integritas yang tak tergoyahkan.
Editor: Humas Bawaslu Kota Balikpapan