Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Balikpapan Gandeng HMI Perkuat Kesadaran Demokrasi dan Kawal Netralitas ASN

Anggota Bawaslu Balikpapan, Agus Sudirman melakukan konsolidasi demokrasi bersama HMI Kota Balikpapan

Anggota Bawaslu Balikpapan, Agus Sudirman melakukan konsolidasi demokrasi bersama HMI Kota Balikpapan

BALIKPAPAN, 10 MARET 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan terus bergerak aktif menjalin kolaborasi dengan elemen mahasiswa guna memperkuat pengawasan partisipatif. Terbaru, Bawaslu Balikpapan menggelar agenda konsolidasi demokrasi bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan pada Selasa (10/03/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dalam format diskusi santai ini merupakan langkah strategis Bawaslu untuk memastikan "api" demokrasi tetap menyala di tingkat akar rumput, meskipun saat ini kondisi politik tidak sedang berada dalam masa tahapan Pemilu.

Demokrasi Bukan Sekadar Mencoblos

Dalam penyampaiannya, Anggota Bawaslu Balikpapan, Agus Sudirman, menekankan bahwa pemahaman masyarakat mengenai demokrasi tidak boleh bersifat musiman atau hanya muncul menjelang hari pemungutan suara. Ia mendorong agar diskusi-diskusi kritis mengenai kualitas demokrasi terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Demokrasi bukan sekadar datang ke TPS untuk mencoblos. Masyarakat harus tetap aktif berdiskusi dan mengawal kebijakan tanpa harus menunggu momentum kontestasi politik," tegas Agus di hadapan para kader HMI.

Menurut Agus, penguatan kesadaran demokrasi di luar tahapan Pemilu sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai "penyakit" lama dalam sistem politik tanah air, seperti politik uang, politisasi SARA, hingga pelanggaran netralitas yang kerap berulang.

Mengawal Netralitas ASN dan Peran Mahasiswa

Selain fokus pada kesadaran pemilih, kolaborasi ini juga menyoroti pentingnya mengawal Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Mahasiswa, sebagai agen perubahan (agent of change), diharapkan mampu menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam memantau potensi pelanggaran netralitas di lingkungan birokrasi maupun di media sosial.

Kolaborasi dengan HMI ini diharapkan dapat melahirkan pengawas-pengawas partisipatif yang cerdas dan berani. Dengan keterlibatan aktif intelektual muda, Bawaslu Balikpapan optimistis kualitas demokrasi di Kota Minyak akan semakin meningkat dan bersih dari praktik-praktik kecurangan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Bawaslu tidak hanya bekerja saat masa kampanye, tetapi juga fokus pada pendidikan politik jangka panjang. Dengan menggandeng organisasi kepemudaan seperti HMI, Bawaslu berupaya membangun ekosistem pengawasan yang inklusif dan berbasis masyarakat.