Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Balikpapan Konsolidasi Demokrasi Bersama PHDI

Ketua dan anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan konsolidasi demokrasi bersama tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Balikpapan

Ketua dan anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan konsolidasi demokrasi bersama tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Balikpapan

BALIKPAPAN, 7 MEI 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan terus memperluas jangkauan konsolidasi demokrasi dengan merangkul tokoh-tokoh agama sebagai pilar penguatan pengawasan partisipatif. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kunjungan jajaran pimpinan Bawaslu Balikpapan ke kediaman tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Balikpapan guna menyelaraskan visi dalam menjaga kondusivitas serta integritas tahapan Pemilu dan Pemilihan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Bawaslu Kota Balikpapan, Wasanti, didampingi oleh Anggota Bawaslu Dedi Irawan dan Agus Sudirman. Rombongan pimpinan pengawas pemilu ini disambut hangat oleh Ketua PHDI Kota Balikpapan, I Nengah Kayun Widyartana, yang menyatakan apresiasinya atas inisiatif Bawaslu dalam membangun komunikasi dua arah bersama unsur keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu menekankan bahwa peran tokoh agama sangat sentral dalam memberikan edukasi politik yang menyejukkan bagi umat. Selain menjadi panutan, PHDI diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan terhadap penyebaran hoaks, praktik politik uang, hingga isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan. Sinergi ini dipandang perlu agar nilai-nilai demokrasi yang jujur dan adil dapat tertanam secara mendalam di tengah masyarakat.

"Kami memandang tokoh agama adalah mitra strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi yang jujur dan adil. Melalui PHDI, kami berharap pesan-pesan pengawasan partisipatif dapat tersampaikan langsung hingga ke tingkat akar rumput," ujar Wasanti.

Merespons hal tersebut, I Nengah Kayun Widyartana menegaskan komitmen PHDI untuk menjaga netralitas rumah ibadah dari segala aktivitas politik praktis. Ia menekankan bahwa PHDI siap mendukung penuh upaya pendidikan politik bagi masyarakat Hindu di Balikpapan agar tumbuh menjadi pemilih yang cerdas dan kritis tanpa mengesampingkan nilai-nilai kerukunan.

"Kami menyambut baik konsolidasi ini. PHDI berkomitmen menjaga netralitas rumah ibadah dan siap membantu memberikan pendidikan politik kepada umat agar menjadi pemilih yang cerdas, kritis, namun tetap menjaga kerukunan antar sesama," ungkap I Nengah Kayun.

Sebagai penutup konsolidasi, kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan koordinasi dan komunikasi berkelanjutan. Rencana penguatan kerja sama tersebut nantinya akan diformalkan guna mendorong pengawasan partisipatif yang lebih masif. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para tokoh PHDI dapat terus mengedukasi umatnya untuk tetap menjaga kondusivitas kota serta berperan aktif dalam memastikan setiap tahapan pesta demokrasi berjalan dengan bersih dan bermartabat.

Foto dan Penulis : Ristika

Editor : Humas Bawaslu Kota Balikpapan