Lompat ke isi utama

Berita

Menjaga Marwah Demokrasi di Kota Beriman: Kala Bawaslu dan PCNU Bersatu Padu

Ketua dan anggota Bawaslu Kota Balikpapan kulo-nuwun ke Kantor PCNU Kota Balikpapan

Ketua dan anggota Bawaslu Kota Balikpapan kulo-nuwun ke Kantor PCNU Kota Balikpapan

BALIKPAPAN, 21 APRIL 2026 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Balikpapan resmi menggandeng Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Balikpapan dalam sebuah pertemuan konsolidasi strategis yang digelar pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan partisipatif melalui keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan menjelang tahapan krusial Pemilu.

Ketua Bawaslu Kota Balikpapan, Wasanti menyatakan bahwa kolaborasi dengan PCNU merupakan bagian dari peta jalan pengawasan yang lebih inklusif. Menurutnya, peran tokoh agama dan kader organisasi sangat vital dalam menjangkau lapisan masyarakat yang tidak tersentuh oleh sosialisasi formal.

"Kami tidak ingin sekadar menindak setelah pelanggaran terjadi. Fokus utama kami adalah pencegahan. Dengan sinergi bersama PCNU, kami berharap pesan-pesan mengenai integritas pemilu dapat tersampaikan melalui pendekatan yang lebih teduh dan edukatif," jelasnya.

Fokus Utama Sinergi:

  • Pendekatan Edukatif: Sosialisasi bahaya politik uang dan politisasi SARA melalui forum-forum keagamaan.
  • Aktivasi Kader: Mendorong warga Nahdliyin untuk menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam melaporkan potensi kecurangan di lingkungan masing-masing.
  • Kawal Tahapan: Memastikan transparansi pada setiap fase pemilu, mulai dari pemutakhiran data pemilih hingga penghitungan suara.

Menanggapi hal tersebut, jajaran pengurus PCNU Balikpapan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung terciptanya pesta demokrasi yang sehat. PCNU menilai bahwa keterlibatan aktif dalam pengawasan pemilu adalah bentuk pengejawantahan dari nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.

"Kami siap bersinergi. PCNU Balikpapan akan menginstruksikan seluruh perangkat organisasi hingga tingkat ranting untuk ikut serta menjaga kondusivitas. Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas adalah harga mati untuk masa depan daerah kita," tegas perwakilan PCNU.

Pertemuan ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan serangkaian program bersama, termasuk pelatihan pengawas partisipatif bagi kader muda NU dan penyusunan materi sosialisasi berbasis nilai-nilai kearifan lokal.

Dengan bergabungnya PCNU dalam barisan pengawasan, Bawaslu Balikpapan optimistis tingkat pelanggaran dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Beriman menjadi lebih bermartabat.

Foto : Tommy G.

Penulis : Angel S.

Editor : Humas Bawaslu Kota Balikpapan