Pemberitaan Kehumasan Bawaslu, Fritz: Perlu Sinergi Berita Teks dengan Foto dan Audio Visual

By Humas 04 Nov 2021, 09:05:40 WIB Hukum, Humas, Data & Informasi
Pemberitaan Kehumasan Bawaslu, Fritz: Perlu Sinergi Berita Teks dengan Foto dan Audio Visual

Keterangan Gambar : Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data, dan Informasi Bawaslu Fritz Edward Siregar memberi arahan dalam Rakor Strategi Penulisan Berita Dalam Pengelolaan Kehumasan Peliputan dan Dokumentasi yang diselenggarakan Bawaslu DKI Jakarta, Selasa (2/11/2021)/foto: Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu


Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar merasa pemberitaan kehumasan Bawaslu memerlukan strategi yang lebih komperehensif. Menurutnya, perlu sinergi dalam pemberitaaan dalam bentuk teks dengan foto dan audio visual.

“Dalam membuat berita berpikirlah menjadi seperti redaktur di media massa. Diskusikan angle berita yang akan dipakai. Saya belajar dari media saat ini yang menulis media sekarang mereka tidak lagi hanya sekadar berita tertulis, tetapi juga ada gambar, meme, dan videonya,” katanya dalam Rapat Koordinasi Strategi Penulisan Berita Dalam Pengelolaan Kehumasan Peliputan dan Dokumentasi yang diselenggarakan Bawaslu DKI Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Menurutnya, dari kunjungan ke Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dan pertemuan dengan wartawan, Senin (1/11/2021) dia merasa perlunya ada pembaharuan strategi pemberitaan kehumasan yang dapat mejawab era digitalisasi dengan memadukan pemberitaan foto, audio, dan video menjadi kesatuan ya bentuk tulisan, tetapi juga dilengkapi dengan foto dan audio visual.

Baca Lainnya :

“Ini rasanya perlu dipikirkan agar siaran pers yang dikirim juga menjawab kebutuhan media saat ini,” tutur Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Datin Bawaslu tersebut.

Dia menambahkan, agar penampilan foto dan video jangan pula hanya berisi kegiatan seremonial. Menurutnya, para wartawan membutuhkan foto dan video yang bercerita mengenai kepemiluan. “Mereka (wartawan) menginginkan foto dan video yang punya cerita seperti foto persidangan dengana da tambahan foto saat palu diketuk. Artinya wartawan juga bisa menceritakan suatu gambar dari proses sekaligus kita ikut memberikan tambahan pengetahuan kepada wartawan yang mungkin belum mengetahui apa itu Bawaslu dan setiap tahapan-tahapan pemilu,” terangnya.

Fritz lantas berpesan agar terus membiasakan menulis. “Menulis itu adalah sebuah kebiasaan. Menulis adalah pengalaman menemukan kata-kata. Jangan lelah dengan membuat target menulis misalnya 500 kata per hari. Itu bagian dari ikhtiar kita bersama. Saya yakin Humas Bawaslu DKI Jakarta bisa menjadi contoh Humas Bawaslu se-Indonesia,” harap dia.

Editor: Jaa Pradana
Fotografer: Robi Ardianto

Penulis : Ranap Tumpai

Sumber : www.bawaslu.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment